Momen Sergio Ramos lakukan tackle keras kepada Mohammed Salah (Reuters)
Momen Sergio Ramos lakukan tackle keras kepada Mohammed Salah (Reuters)

Ingat dengan momen tackle Sergio Ramos kepada Mohammed Salah pada final Liga Champions 26 Mei 2018 lalu? Ya berkat bintang Liverpool yang 'dimatikan' itu akhirnya Real Madrid berhasil meraih tropi juara.

Real Madrid berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1 di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina pada final Liga Champions 2018. Dan hari ini adalah tepat tanggal dimana Los Blancos meraih gelar ke-13 nya mengangkat tropi Champions. 

Baca Juga : Ada yang Pengaruhi Juergen Klopp untuk Datangkan Sancho Ketimbang Werner

Berhasilnya Real Madrid menang juarai Liga Champions 2018 memang tak lepas dari peran Sergio Ramos yang bisa membuat Mohammed Salah 'mati kutu' karena mendapatkan tackle keras sehingga tidak bisa melanjutkan permainan.

Padahal, saat itu Salah adalah tumpuan Juergen Klopp untuk membuat Real Madrid kebingungan di lini belakang karena ia berhasil mencetak lebih dari 40 gol dalam satu musim di semua ajang. 

Karena perlakuan Ramos kepada Salah yang dianggap keras itu, akhirnya pemain yang akrab dengan nomor punggung 4 itu menuai komentar negatif dan hampir semua penikmat sepak bola mengecam tindakan dari Ramos. 

Tapi komentar berbeda justru dilontarkan Georgino Chiellini yang menganggap bahwa yang dilakukan Ramos membuatnya menjadi bek terbaik di dunia. "Dia bek terbaik di dunia," tulis Chiellini dalam autobiografi nya.

"Bagaimanapun dia punya dua karakteristik yang hampir tidak dipunyai pemain lain. Pertama, ia tahu bagaimana menjadi penentu di laga besar, dengan intervensi yang di luar nalar, bahkan menyebabkan cedera dengan kecerdasan yang hampir bisa dibilang jahat. Yang dilakukannya kepada Salah di final Liga Champions 2018 sungguh sangat cerdas. Dia selalu bilang bahwa itu tidak disengaja, tapi dia tahu bahwa menjatuhkan lawan dengan cara seperti itu 90 persen akan membuat lawan cedera," ungkapnya.

Baca Juga : UEFA Yakin Turnamen Bisa Berakhir Agustus 2020

Bahkan Chiellini menyebut bahwa kehadiran Ramos di lini belakang Madrid membuat pemain lain seperti Varane, Carvajal dan Marcelo seperti tidak ada artinya.

"Kedua, dia mampu memberikan pengaruh besar lewat kehadirannya. Tanpa dirinya, pemain seperti Raphael Varane, Dani Carvajal, dan Marcelo akan terlihat seperti kumpulan pemain bocah dari tim Primavera. Tanpa dirinya, Madrid seperti tak punya pertahanan," sambungnya.