Kapolresta Banyuwangi (pegang mik) saat jumpa pers di Mapolresta Banyuwangi
Kapolresta Banyuwangi (pegang mik) saat jumpa pers di Mapolresta Banyuwangi

Jadi rahasia umum, di tengah pandemi covid-19, masih saja banyak oknum tak bertanggungjawab. Mereka melakukan berbagai upaya yang berseberangan dengan tujuan pemerintah dalam melawan covid-19. Khususnya di dunia digital dengan penyebaran berita bohong (hoax) yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat.

Tak hanya itu di tengah pandemi covid-19, banyak pula para pelaku kejahatan yang memanfaatkan situasi dengan kejahatannya.

Baca Juga : Puncak Launching Glintung Kultur, Tanda Kembalinya Jati Diri sebagai Kampung Kuno

Hal ini yang menjadi atensi kepolisian Kota Banyuwangi. Disaat pemerintah dan masyarakat fokus bersama melawan covid-19.

Melalui Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas. Sekaligus menegaskan agar tak ada kegiatan-kegiatan yang bersifat provokatif dan kontraproduktif dengan upaya pemerintah dan masyarakat saat ini.

"Kita imbau dan harapkan jangan sampai ada kegiatan provokasi kepada masyarakat," ucapnya saat berada di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid -19 Banyuwangi.

Polresta Banyuwangi, lanjut Arman, juga terus melakukan pengamanan di situasi pandemi covid-19. Yakni melalui operasi Ketupat Semeru 2020 serta giat Operasi Aman Nusa.

Kegiatan operasi  Aman Nusa ini  tujuan sebenarnya merupakan upaya untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah Covid-19 di Banyuwangi. 

"Jadi dalam berbagai operasi ini kepolisian juga melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Agar kita semua memahami dan mau bergotong royong melawan covid-19," ujarnya.

Terkait imbauan dan harapan Arman di atas, didasarkan pada dampak wabah terhadap lesunya ekonomi dalam masyarakat. Hal yang memicu tren naiknya kriminalitas di wilayah Banyuwangi.

Hal itu pun dibenarkan Kapolresta Banyuwangi yang menyebut, adanya trend kenaikan kriminalitas, khususnya kasus penipuan. Sedangkan tindak kejahatan lain kasusnya  justru  menurin dibanding tahun  2019 lalu.

Tak kalah penting, lanjut Arman, aparat kepolisian mengantisipasi penyebaran berita bohong atau hoax. Seperti beberapa kasus yang sempat terjadi di wilayahnya. Misal di Tegalsari beberapa waktu lalu maupun di Wongsorejo terkait dugaan pencurian kotak amal masjid.

Baca Juga : Tak Terlihat Keberadaannya, Tapi 10 Kerajaan Gaib di Indonesia Ini Sangat Melegenda

Beberapa kasus setelah ditelusuri kepolisian, misal di Tegalsari ternyata pelaku yang diduga melakukan kejahatan mengalami gangguan jiwa.

Di Wongsorejo, lanjut Arman, ada informasi 10 orang yang diduga akan melakukan tindak kejahatan mencuri kotak amal masjid. 

"Namun semuanya masih sebatas dugaan. Sedangkan untuk melakukan penindakan minimal ada alat bukti ,data fakta dan para saksi serta bukan sekedar informasi," ujarnya.

Berbagai hal yang bisa membuat keresahan dan memantik kekerasan dikarenakan berita bohong inilah yang terus diantisipasi oleh kepolisian.

"Jadi sekali lagi kita imbau masyarakat tak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax," pungkas Arman.