Suasana penyerahan bantuan Palang Merah Amerika di Kantor PMI Banyuwangi (Nurhadi/ JatimTIMES)
Suasana penyerahan bantuan Palang Merah Amerika di Kantor PMI Banyuwangi (Nurhadi/ JatimTIMES)

Hal terpenting dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid 19 adalah sosialisasi dan edukasi secara terus menerus agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh H Yusuf Widyatmoko, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga Wakil Bupati Banyuwangi di Kantor PMI Banyuwangi Selasa (6/5), dalam acara Penyerahan Bantuan Dukungan Palang Merah Amerika Serikat Untuk Percepatan Penanganan Covid 10 PMI Kabupaten Banyuwangi.

Dalam acara tersebut H  Yusuf secara simbolis menyerahkan bantuan kepada dua perwakilan Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi dan Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri Banyuwangi yang merupakan pilot project di wilayah Banyuwangi.

"Bantuan ini semua segera diturunkan segera diperbantukan dan tentunya harapan kami bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dipakai dengan benar. Jangan hanya diberikan tempat cuci tangan tetapi masyarakatnya dibiarkan dan tidak diberi pemahaman sosialisasi dan edukasi yang benar cara cuci tangan yang benar," jelasnya.

Lebih lanjut kakek dua cucu tersebut menambahkan tidak menutup kemungkinan selesai wabah Covid 19 tidak sama. Daerah barat terutama DKI Jakarta dan Jawa Barat  sudah selesai, belum tentu daerah Jawa Timur ini  selesai dan bisa-bisa lebih panjang. 

"Ini semua tugas bersama untuk memberikan sosialisasi dan edukasi yang benar pada masyarakat sehingga mereka sadar selalu cuci tangan dengan sabun, selalu menjaga jarak dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Itu yang harus disadarkan pada masyarakat," tegas H Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut ayah tiga anak itu juga menuturkan pada dasarnya masyarakat luar yang datang ke Banyuwangi maupun warga Banyuwangi yang menjadi pekerja migran diperbolehkan masuk ke Banyuwangi. Akan tetapi mereka wajib mengikuti program isolasi selama 14 hari di tempat yang disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi.

Sebelumnya, Nurhadi, Wakil Ketua PMI Banyuwangi menyampaikan bantuan yang terima berasal dari Palang Merah Amerika Serikat yang sebagian diberikan kepada dua kelurahan Mojopanggung dan Tamanbaru yang merupakan pilot project kerjasama PMI Banyuwangi dengan Red Cross (Palang Merah) Amerika Serikat.

"Sementara program yang masalah gempa bumi itu kan stop dulu, menunggu situasi setelah Corona ini reda nanti akan kami tindak lanjuti. Sehingga fokus bantuan ini ada dua lokasi yang menjadi pilot project kerja sama antara PMI Banyuwangi dengan palang merah Amerika Serikat," jelasnya.

Kemudian bantuan dari PMI pusat lewat Provinsi Jawa Timur 1 unit mobil pickup yang digunakan untuk siaran keliling dan pembagian sembako bagi pengemudi becak, ojek online, loper koran, PKL, sopir angkot dan lain sebagainya.

Selanjutnya bantuan pinjaman 1 unit mobil tangki yang akan digunakan untuk mengisi tandon air dan wastafel cuci tangan di 15 titik setiap dua hari sekali.

Khusus  bantuan dari Palang Merah AS, menurut Nurhadi antara lain berupa; 15 unit tandon air dan wastafel cuci tangan, sound system, baju hazmat, kacamata safety, sepatu boot, Covid Kit (paper bag, hand sanitizer, tisue basah, sabun cuci tangan dan antiseptick/dettol) serta beberapa perlengkapan kesehatan yang lain. 

Nurhadi menambahkan bantuan dari palang merah Amerika Serikat nilainya sekitar Rp. 160 juta dalam bentuk  barang- barang antara lain seperti yang disebutkan di atas.