Camat Kalibaru Ahmad Nuril Falah, melakukan pengecekan jadwal petugas cek poin Kalibaru (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Camat Kalibaru Ahmad Nuril Falah, melakukan pengecekan jadwal petugas cek poin Kalibaru (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Pemerintah daerah Banyuwangi terus berupaya menuntaskan masalah pandemi wabah Covid-19 di wilayahnya. Seperti langkah yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Kalibaru yang saat ini fokus menangani pekerja migran yang terpaksa pulang kampung dengan berbagai sebab.

Menurut Ahmad Nuril Falah, Camat Kalibaru sekaligus Ketua Satgas Covid-19 untuk cek poin di Kalibaru  memang relatif tidak banyak dan tidak ada temuan kasus warga yang positif terkena Virus Covid-19. 

Tapi lanjutnya, tetap ada yang butuh penanganan khusus. Seperti dengan mulai gencarnya para pemudik yang datang, seperti kepulangan Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari Arab Saudi. 

"Kita lakukan sesuai protokol kesehatan, untuk para tenaga migran ini yaitu isolasi mandiri di rumah masing-masing," ucap Ahmad.

Tapi, lanjut Camat Kalibiru ini, kelamaan pihaknya khawatir dengan kebijakan isolasi mandiri ke para tenaga migran itu.

"Kami khawatir, maka satgas menggeser ke dalam program isolasi milik pemerintah desa yaitu di rumah singgah desa Kalibaru Manis yang sudah dipersiapkan sebelumnya," ujarnya.

Melalui Isolasi di Rumah Singgah ini, lanjut Ahmad, pihaknya juga bisa semakin fokus melakukan pendataan untuk  masukkan dalam entry point di smart kampung. Pendataan tersebut antara lain dimaksudkan untuk mengetahui lokasi tempat tinggal mereka agar  terpantau oleh pemerintah desa masing-masing.

Selanjutnya, mantan Bendahara PC NU Banyuwangi itu menambahkan, sejauh ini masih belum ada tanda-tanda kenaikan jumlah arus mudik di cek poin Kalibaru.

"Berdasarkan keterangan para Kades kebanyakan warga masyarakat Kalibaru yang menjadi pekerja migran  di pulau Dewata  Bali yang tentunya akan terdeteksi di titik cek poin pertama adalah di pelabuhan Ketapang Banyuwangi,”ujarnya.

Sebagaimana keterangan kepala desa, banyak warganya yang memang bekerja di Bali. Salah satu laporan dari kepala desa Kalibaru Kulon ada beberapa warganya yang sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing masing. Mereka terpaksa pulang karena ada PHK yang dilakukan di pulau Bali sehingga mereka kembali dan membuat pernyataan mengisolasi diri di rumahnya masing masing.

Pejabat yang dikenal santun itu menuturkan sebagai bentuk kontrol dan pengawasan terhadap praktek isolasi mandiri warga, tidak hanya dilakukan oleh kepala desa tapi juga diawasi oleh  petugas medis dari Puskesmas secara berkala setiap pagi dan sore mereka datang berkunjung untuk melakukan cek kesehatan.

Selanjutnya terkait dengan jumlah kendaraan yang melintas di Cek Poin Kalibaru, menurut Nuril ada kecenderungan mengalami penurunan. 

Pada saat awal pos dibuka sekitar akhir Maret lalu rata-rata kendaraan yang melintas tercatat kurang lebih 1.000 dalam sehari. Namun sejak ada instruksi larangan mudik dari presiden Jokowi jumlah yang terdata di cek poin Kalibaru dalam sehari rata-rata kurang dari 500 unit.