Presiden RI Joko Widodo (Foto: Instagram @jokowi).
Presiden RI Joko Widodo (Foto: Instagram @jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil keputusan larangan mudik bagi masyarakat di tengah pandemi covid-19. Larangan itu baru diumumkan beberapa hari menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.

Kebijakan pelarangan mudik ini baru diberlakukan mulai besok Jumat (24/4), tepat hari pertama pelaksanaan ibadah puasa.

Sejumlah pihak menilai keputusan itu terlambat. Pasalnya, ribuan warga telanjur pulang kampung dan potensial menyebarkan corona. Hal inilah yang menjadi pembahasan dalam acara Mata Najwa, yang langsung menjadi perbincangan warganet.

Dalam cuplikan video,  Najwa Shihab bertanya mengenai orang-orang yang sudah berada di kampung halaman dan potensial nenyebarkan virus covid-19. Data Kemenhub mengatakan sudah hampir 1 juta orang sudah curi start mudik.

Jawaban Presiden Jokowi yang menyatakan mudik berbeda dengan pulang kampung diserbu warganet. "Kalau itu bukan mudik, itu pulang kampung. Yang bekerja di Jabodetabek, di sini, tidak ada pekerjaan, mereka pulang," jelas Jokowi.


Dari cuplikan video ini, #MataNajwa masih nangkring di deretan trending media sosial Twitter hingga pagi ini, dengan lebih dari 13 K cuitan warganet.

"PULANG KAMPUNG BOLEH. YANG GA BOLEH MUDIK !! 
*LALU CORONA TERTAWA NGAKAK*," cuit @arichaniago.

Ada juga yang berkomentar semakin tercerahkan karena perbedaan makna mudik dan pulang kampung. "Dari acara ini saya akhirnya tau perbedaan Mudik dan Pulang kampung...Terimankasih pak presiden penjelasannya..#MataNajwa," tulis @piyu_piyu.

Sebagian juga berpikiran, mau istilah mudik dan pulang kampung berbeda, tetapi sama-sama berpotensi membawa virus. Hal itu berbahaya dan bukan semakin menekan angka penyebaran covid-19.

"Ribet banget si, intinya itu mau mudik kek mau pulang kampung kek sama-sama berpotensi membawa virus.. Itu 1000 org udah pulang kampung gais fokus... Ribet emang +62," cuit @_MasRull.

Seorang warganet bahkan mempraktikkan bahwa dengan penyebutan pulang kampung perjalanan untuk bertemu sanak saudara di hari Lebaran akan dipermudah daripada menyebut mudik saat diperiksa polisi.

"Dua rombongan arah luar kota dicegat Polisi.
Polisi: Stop! Mau ke mana?
Widodo: Mudik Pak.
Polisi: Tdk boleh. Ini mau ke mana?
Joko: Pulang kampung Pak.
Polisi: Oh.. Silakan.
Widodo: Kok itu boleh Pak?
Polisi: Dia mau pulang kampung, bkn mudik.
Widodo: ?#&*?" @UyokBack.

Meme-meme juga banyak bermunculan dari apa yang disampaikan Presiden Jokowi tersebut. Sebelumnya, pemerintah memang urung menetapkan kebijakan larangan mudik untuk menekan angka kasus covid-19. Tetapi hanya menyampaikan imbauan agar masyarakat tak melaksanakan pulang ke kampung halaman.

Larangan mudik sebelumnya juga hanya berlaku bagi ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN. Namun, kepala negara menyebutkan, berdasarkan survei, masih ada 24 persen masyarakat yang bersikeras akan mudik. Hal inilah yang menjadikan Presiden Jokowi mengambil langkah tegas pelarangan mudik bagi masyarakat tanah air di masa pandemi covid-19.