Zamroni, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES
Zamroni, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES

Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Banyuwangi mensinyalir acara Audensi Pengembangan Pulau Tabuhan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi merupakan rekayasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk memuluskan rencana penyewaan kawasan Pulau Tabuhan kepada investor asing. 

Sikap tersebut dituangkan dalam Pernyataan Sikap yang ditandatangani Zamroni, Ketua MPC PP Banyuwangi, Rabu (4/3).

Menurut Zamroni, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi ada beberapa indikasi kejanggalan Pemkab Banyuwangi mengundang kelompok pro dan kontra rencana penyewaan Pulau Tabuhan serta beberapa undangan lain dalam acara yang dihadirkan bupati, wakil bupati, Sekretaris Daerah, beberapa pimpinan SKPD, Kepala BPN Banyuwangi dan beberapa undangan lain.

Adapun kejanggalan yang ditemukan antara lain; pertama, dalam acara tersebut pemaparan yang disampaikan Pemkab Banyuwangi hanya menyangkut kepentingan investor dan belum menyangkut kepedulian dan manfaat positif bagi masyarakat Banyuwangi khususnya warga desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo.

Kedua, lanjut Zamroni,  pertemuan tersebut ternyata gagal dan gaduh. 

Hal tersebut disebabkan adanya kesalahan dari pihak pengundang yang mempertemukan pihak kontra dan pro penyewaan Pulau Tabuhan dalam satu lokasi.
"Sepanjang sejarah pemerintah Bupati Abdullah Azwar Anas tidak pernah menghadiri pertemuan yang melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ormas dan media nassa," tegas Owner Cafe Insignia itu.

Mantan Ketua HMI Banyuwangi menegaskan patut diduga kegagalan pertemuan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan disamping disebabkan kesalahan pengundang .

Ditengarai juga ada dugaan rekayasa untuk kepentingan pihak tertentu. 

Hal tersebut bertujuan menjustifikasi bahwa kesalahan yang terjadi bukan disebabkan pengundang akan tetapi oleh pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut.