Kereta Inspeksi saat tiba di Stasiun Kota Malang untuk mengecek kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru, Rabu malam (11/12) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kereta Inspeksi saat tiba di Stasiun Kota Malang untuk mengecek kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru, Rabu malam (11/12) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Menyambut penumpang kereta api di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjalankan kereta inspeksi ke berbagai wilayah mulai tanggal 10 - 12 Desember 2019. 

Rabu (11/12/2019) malam, tim inspeksi dari jajaran Direksi, Komisaris, dan juga Direktorat Jenderal Kereta Api tiba di stasiun Kota Malang.

Inspeksi tersebut dilakukan untuk mengawasi titik-titik rawan yang mana dikhawatirkan mengganggu perjalanan angkutan Nataru. Mengingat, angkutan tersebut dijalankan bertepatan dengan musim penghujan.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan inspeksi tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan KAI menjelang peak season pada momen Nataru. Ia menyebut, dari hasil inspeksi jalur selatan mulai Jakarta hingga Kota Malang, persiapan jalur sudah cukup matang. 

Meski demikian, dia memberikan sejumlah catatan. "Ada beberapa catatan memang yang melaporkan titik rawan, dan itu masalah alam ya. Rawan longsor, rawan ambles, dan banjir," ujarnya di sela-sela inspeksi ke stasiun Kota Malang.

Ia menjelaskan, titik rawan hampir di semua Daop ada, tetapi jenisnya berbeda. Seperti di wilayah yang sebagian besar rawan banjir di Daop 7 itu karena BH (jembatan) memiliki kali yang cukup besar. Karenanya, hal itu diantisipasi dengan drainase sistem dan memberikan penjagaan pengawalan di jembatan itu.

"Karena memang instruksi saya, kalau sampai nanti air itu sudah di atas 10 sentimeter di atas kop rel itu kereta ndak boleh lewat. Kita ndak tahu di bawahnya itu ada apa. Itu untuk keselamatan perjalanan kereta api sendiri," imbuhnya.

Total titik rawan keseluruhan di seluruh Jawa dan Sumatera ada 351yang perlu mendapat perhatian ekstra. Rinciannya, 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, dan 85 titik rawan ambles, dan 10 titik pencurian.

Khusus untuk wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, ada 17 titik rawan yang perlu mendapat penjagaan ekstra yakni 5 titik rawan banjir, 7 titik rawan longsor dan 5 titik rawan amblesan. Dari titik-titik itu yang paling mendapat sorotan di wilayah Stasiun Porong.

Pihaknya juga telah menyiapkan 477 petugas siaga pemeriksaan jalur ekstra, 908 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 355 petugas posko daerah rawan ekstra, serta 11191 personel keamanan dari tim gabungan TNI Polri. Kemudian, alat dan material tertentu yang di tempatkan di 192 titik rawan untuk mengantisipasi keadaan darurat.

"Kita mengirimkan petugas pengawas daerah rawan, dan bekerja sama dengan TNI-Polri untuk membantu operasi Nataru selama kurang lebih 18 hari nanti, mulai 19 Desember 2019 dan berkahir di 5 Januari 2020. Semuanya juga saya ingatkan, dalam satu hari mereka melayani maka malamnya langsung dilakukan evaluasi, perihal kendala, penumpang, keterlambatan dan apa yang perlu ditindaklanjuti keesokannya," pungkasnya.