Proses mediasi antara driver taksi online dan Opang
Proses mediasi antara driver taksi online dan Opang

Persoalan antara driver online  dengan ojek pangkalan (Opang) seakan tak pernah usai. Di Banyuwangi, puluhan driver taksi online nyaris bentrok dengan kelompok Opang, Jumat (11/10/19). Kejadian ini dipicu salah seorang driver taksi online yang dilabrak pengemudi Opang terkait wilayah penjemputan penumpang yang baru keluar dari Stasiun Rogojampi.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Stasiun Rogojampi. Puluhan driver taksi online datang ke kawasan Stasiun Rogojampi, lokasi Opang berada. Suasana sempat panas dan nyaris bentrok saat beberapa orang driver taksi online mencari pengemudi Opang yang melabrak salah satu driver taksi online Jumat pagi. "Mana tadi yang melabrak teman kami, mana orangnya. Kami sudah taat dengan kesepakatan. Tapi selalu seperti ini," kata beberapa driver taksi online.

Beruntung aparat Kepolisian, Anggota TNI dan seorang tokoh masyarakat yang ada di lokasi segera mendinginkan suasana. Mereka mengajak masing-masing perwakilan kelompok untuk membicarakan persoalan itu dengan baik.  Dialog pun dilakukan antara dua kelompok ini. Mediasi dilakukan di ruang Kepala Stasiun Rogojampi.

Kelompok Opang menyebut, driver taksi online telah mengarahkan penumpang untuk jalan kaki. Padahal, dalam kesepakatan yang sudah pernah disepakati dua pihak, driver online harusnya mengarahkan penumpang untuk naik becak atau Opang menuju lokasi penjemputan yang berada di jalan Poros Provinsi.

Dalam upaya mediasi oleh Kepolisian setempat di kantor Stasiun Rogojampi, Opang mengaku tidak merasa menyerobot penumpang. Justru ia menuding bahwa pihak online mengarahkan penumpang yang telah order untuk berjalan ratusan meter guna menjangkau titik penjemputan. "Kasihan penumpang harus jalan kaki padahal seharusnya diarahkan naik becak atau ojek," kata Solikin, perwakilan Opang.

Driver taksi online mengaku tidak pernah melanggar kesepakatan wilayah penjemputan yang telah ditandatangani bersama. Bahkan pihaknya mengarahkan kepada seluruh driver taksi online untuk mematuhi peraturan yang berlaku. "Dari awal kami sudah melakukan perjanjian yang sudah ada.Online akan selalu menaati aturan yang ada. Selama ini kami menjemput di jalan poros depan pasar. Tapi selama ini tetap ada miskomunikasi saja," ujar Irwan Dwi Sugiono, perwakilan driver taksi online.

Dia menyebut, hasil pertemuan akan dibuat lagi draf untuk dijadikan kesepakatan bersama. Menurut pria yang dipanggil Irwan ini sebelumnya sudah dua kali dibuat kesepakatan. Pertama pada HUT Lantas tahun 2018 dan pada Februari 2019 lalu.

Aparat Kepolisian, TNI dan Tokoh Masyarakat yang menjadi mediator meminta kedua pihak sama-sama menjaga kondusifitas. Semua persoalan diminta diselesaikan dengan baik.

"Ke depannya setelah pertemuan ini semua bisa clear sehingga tidak ada gap lagi. Opang akan kita kumpulkan dulu selanjutnya sama-sama buat draft. kemudian dijadikan satu nanti yang gak cocok dicoret-coret nanti mengerucut jadi kesepakatan," kata Kepala Dusun Prejengan 2, Slamet Priharika yang ikut menjadi mediator.