Banyuwangi Usulkan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-34 | Banyuwangi Times
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Banyuwangi Usulkan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-34

Sep 10, 2019 15:04
Katua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi KH. M. Ali Makki Zaini
Katua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi KH. M. Ali Makki Zaini

Banyuwangi mengajukan diri sebagai tuan rumah dalam muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dihelat pada 2020. Banyak pertimbangan yang membuat Banyuwangi layak untuk menjadi tuan rumah.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. M. Ali Makki, ada lima peristiwa penting yang menjadikan Banyuwangi masuk dalam sejarah nasional NU. Diantaranya, Mahaguru NU, Syaikhona Muhammad Cholil, Bangkalan, semasa mudanya pernah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al Ashriyyah, Jalen, Genteng, Banyuwangi.

“Selama di Banyuwangi menurut catatan sejarah, beliau ngangsu kaweruh kepada KH. Basyar. Setelah itu beliau melanjutkan menuntut ilmunya ke Tanah Hijaz (Arab). Hingga kini pondok pesantren tersebut masih eksis,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Makki ini.

Lebih jauh dijelaskan, Banyuwangi juga pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-IX di tahun 1934. Kala itu Muktamar bertempat di Pondok Pesantren Kyai Saleh, Lateng, Banyuwangi. Muktamar ke-IX ini menjadi tonggak sejarah berdirinya Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Dari sisi geografis, lanjutnya, Banyuwangi berada di tengah-tengah dalam peta wilayah Republik Indonesia. Sehingga relatif mudah dijangkau dan murah bagi para muktamirin untuk hadir di muktamar.

“PCNU dari wilayah paling barat maupun yang paling timur akan mendapatkan jarak yang sama untuk hadir di arena Muktamar. Karena memang Banyuwangi berada di tengah-trengah wilayah Republik Indonesia,” jelas Pengasuuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon, Srono ini.

Dari sisi fasilitas sarana dan prasarana Banyuwangi juga sangat memadai. Banyuwangi bisa diakses dengan semua moda tranportasi mulai darat, laut dan udara. Segala moda tranpotasi online juga sudah tersedia di Banyuwangi. 

Selain ketersediaan akses transportasi, di Banyuwangi juga sudah memiliki hotel berbintang yang sangat memadai. Belum lagi akses destinasi wisata yang bisa menjadi tujuan peserta Muktamar selama di Banyuwangi.

“Intinya Banyuwangi siap menjadi tuan rumah Muktamar. Alasan dan parameter kami sangat jelas. Saat ini kami PCNU Banyuwangi sudah berkirim surat usulan ini ke PBNU,” beber Gus Makki.

Pengusulan tersebut, lanjut Gus Makki seiring dengan pembahasan tuan rumah Mukmatar ke-34 NU yang saat ini sedang dibahas. Dalam melakukan seleksi itu, PBNU telah membentuk Tim 5 yang dipimpin Ketua PBNU Robikin Emhas.

“Setelah dilakukan seleksi administrasi dan presentasi, kemudian PBNU akan melakukan verifikasi faktual dengan cara survei lapangan. Proses itu, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dasar, alasan dan pertimbangan mengapa usulan sebagai tuan rumah itu dilakukan. PBNU akan menetapkan kriteria, parameter dan indikator kelayakan suatu wilayah sebagai tuan rumah perhelatan akbar NU ini,” pungkas nya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
banyuwangi brita banyuwangi Tuan Rumah Muktamar NU ke 34

Berita Lainnya