MUI Akan Salati dan Makamkan Tujuh Jenazah Teroris | Banyuwangi Times

MUI Akan Salati dan Makamkan Tujuh Jenazah Teroris

May 20, 2018 16:27
Gereja Santa Maria Tak Bercela sesaat setelah diserang bom.
Gereja Santa Maria Tak Bercela sesaat setelah diserang bom.

Surat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta solusi atau fatwa tentang pemakaman terduga teroris yang ditolak warga sudah direspons. Bahkan, MUI sudah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas solusi pemakaman terduga teroris itu. 

“Sudah kami selesaikan dengan para kiai dan Wali Kota Risma melalui jalur kemasyarakatan umat,” ujar Moch. Munief selaku sekretaris umum MUI Kota Surabaya.

Karena permasalahan ini sudah selesai, maka Munief meminta kepada Wali Kota Risma untuk tetap memperhatikan kemasyarakatan umat. Artinya, jangan sampai permasalahan sepele ini dimanfaatkan beberapa orang untuk menambah gesekan antar-elemen masyarakat. “Kami mohon kepada semua pihak agar semuanya ditangani secara baik,” tandasnya.

Dia juga menjelaskan keputusan ini diambil dengan pertimbangan melihat dua versi. Pertama dari segi kemanusiaan. Kedua dari akhlaknya. “Manusia ya tetap manusia. Nanti saat pemakaman, ya disesuaikan menurut agama masing-masing. Kalau yang Islam, ya disalati dan dikafani,” tuturnya. 

Selain itu, Munief menegaskan kepada masyarakat, apabila masih ada warga yang tetap menolak ketujuh jenazah teroris, pihaknya akan bertindak tegas. “Nanti kami langsung datangi dan memberi penjelasan secara baik-baik agar mereka (warga) memahami,” ucap dia.

Ditanya kapan tujuhj jenazah itu dimakamkan, Munief mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, dirinya menegaskan bahwa ketujuh pelaku teroris tersebut telah mendapat tempat untuk dimakamkan. “Nanti dibicarakan selanjutnya dengan pihak yang bersangkutan,” imbuh Munief. (*)

Topik
surabaya Berita Surabaya MUI walikota risma solat jenazah teroris

Berita Lainnya