Di Warung Milik Pria Ini Anak Yatim Gratis Makan Sepuasnya | Banyuwangi Times

Di Warung Milik Pria Ini Anak Yatim Gratis Makan Sepuasnya

Sep 29, 2016 20:13
Sugiato bersama anak dan istrinya (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)
Sugiato bersama anak dan istrinya (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)

Sejak kecil,  pria berjiwa sosial ini dihabiskan di sebuah desa yg menjadi tonggak sejarah terbesar di Banyuwangi, tempat terjadinya perang puputan bayu yang lebih dikenal dengan nama Dusun Sambung Rejo , Desa Bayu Kecamatan Songgon.

Sejak masuk sekolah menengah atas (SMA), pria bernama lengkap Sugiarto (34) ini telah aktif dalam kegiatan-kegiatan social.

Hingga sekarang pun, suami dari Khusnul Khotimah ini masih tetap dengan kegiatan sosialnya, seperti memberikan santunan untuk anak yatim setiap bulan, dan bebas makan minum bagi anak anak yatim yang datang ke tempat usahanya, di warung Kedai Batok di daerah Puri Brawijaya Banyuwangi.

“Pengalaman masa kecil saya menuntut saya untuk selalu berbagi, bukan hanya berbagi materi tapi juga berbagi ilmu.” Katanya Kepada Banyuwangi TIMES dirumahnya.

Meski kondisi ekonomi keluarganya yang tergolong dari keluarga mampu , rupanya tidak menjebak dirinya untuk selalu hidup berlebihan, tidak heran, jika Sugiarto juga pernah bekerja sebagai kuli asongan di Bedugul. Dari pengalaman itulah, lambat laun kegiatannya mulai ada peningkatan.

“Awalnya tahun 2012, saya membuka usaha yang bergerak di pengadaan, dan saat ini Alhamdulillah mulai berkembang dengan membuka usaha kedai batok Zalma Mandiri .” ungkap pemilik rumah bisnis zalma mandiri tersebut.

Usaha dan perjuangan ayah dari Adilla Azhar Putri Sritanjung tentu bukan perjuangan yang singkat.

Sejak dirinya sekolah di SD V (sekarang berubah menjadi SD IV) Songgon, Sugiarto sudah terbiasa hidup mandiri. Begitu juga ketika ia masuk MTs Islamiyah songgon hingga di SMK Gajah Mada Banyuwangi, Sugiarto dikenal sebagi sosok yang aktif dalam organisasi sekolah.

Tidak hanya di sekolah, di Desa Bayu pun Sugiarto dikenal dengan kegiatan-kegiatan berorganisasi, seperti Aktivis Remaja Islam Bayu (Ariba) kemudian menjadi ketua Forum Komunikasi Remaja Rowo Bayu.

“Pada intinya, saya hanya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat.” ungkapnya.

Setelah lulus dari SMK Gajah Mada , Sugiarto kemudian melanjutkan pendidikannya di STIE Yapan Surabaya untuk meraih gelar S1. Setelah itu ia menempuh pendidikan di UNIPRA Surabaya untuk meraih gelar S2nya.

“Alhamdulillah sudah wisuda bulan lalu S2 bidang Sumber Daya Manusia di Unipra Surabaya.” Ungkap pria yang pernah mendirikan kelompok pecinta alam ST 68 H2O wangi sampai 2014 itu.

Di warung Kedai Batok ini, Sugiarto atau akrab dipanggil kang Zalma bukan saja menyediakan Mie Batok saja.

Tapi juga menyajikan menu yang lain di antaranya kopi batok, kopi sombong, kopi jaran goyang dan anekah kopi yang menyehatkan dengan campuran rempah rempah khas Indonesia

Zalma mengatakan, inovasi dari pembuatan kedai botok ini diharapkan agar menjadi inovasi baru untuk kuliner di Banyuwangi dan membuka peluang kerja baru dan hal yang unik dalam kedai batok.

“khusus anak yatim piatu gratis bisa setiap harinya dan untuk pengunjung umum juga gratis pada hari jum’at .” katanya.

Apa yang mendasari kang Zalma alias Sugiarto menggratiskan makannya untuk anak yatim,.?

“Karena saya pingin semua orang bisa mencapai sukses dengan memberi, bukan dengan meminta.” ungkap pria yang memiliki motto “Jangan pernah menjadi beban untuk orang lain, lebih baik orang lain menjad beban kita” tersebut.

Maka tidak heran bila setiap harinya, banyak anak-anak yatim yang datang ke tempatnya, baik anak anak yatim dari yayasan, maupun anak anak yatim dari perumahan lainnya.

“Saya senang jika banyak anak yatim yang datang kesini, kalau jumlahnya banyak ya konfirmasi dulu pada kami. Pungkas pria yang hobby berpetualang serta doyan makan pete dan bakso ini mengakhiri.

Topik
Sugianto Khusnul Khotimah Banyuwangi

Berita Lainnya