Salah satu kegiatan Komunitas Kopi Lovers Banyuwangi (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)
Salah satu kegiatan Komunitas Kopi Lovers Banyuwangi (Foto : Widie Nurmahmudy/BanyuwangiTIMES)

Komunitas ini terdiri dari barista coffe shop dan pecinta kopi yang ada di Banyuwangi.

Mereka lebih banyak memberi edukasi pada masyarakat dan generasi muda Banyuwangi untuk bisa tahu tentang kopi. Bukan hanya tentang rasanya, tapi lebih dari itu, yakni bagaimana proses pengolahannya.

Namanya Komunitas ‘Kopi Lovers’. Sejak tahun 2012, komunitas Kopi Lovers sudah hadir di Banyuwangi. Rata-rata, yang tergabung dalam komunitas kopi loversadalah anak anak muda kreatif yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kopi.

Sebagian besar dari mereka adalah pengusaha muda yang memiliki café-café khusus kopi.

Menurut Ketua Komunitas Kopi Lovers Banyuwangi, Reza Habib Putra (26), komunitas ini terbuka untuk siapa saja, dari kalangan mana saja, dan bahkan tidak membatasi usia tua maupun muda.

“Sebenarnya, siapapun orangnya yang pernah menikmati kopi itu adalah ya ‘kopi lovers’, hanya tidak semua kopi lovers yang masih belum mendedikasikan diri untuk kopi. “katanya kepada BanyuwangiTIMES.

Selama ini, Komunitas Kopi Lovers tidak hanya memperkenalkan tentang jenis-jenis kopi saja. Melainkan, memberikan edukasi bagi para pecinta kopi, baik pecinta kopi professional maupun yang masih pemula.

Bahkan, Komunitas Kopi Lovers selalu membantu memberikan pemahaman terkait cara membuat kopi yang benar.

“Selama ini kita selalu didoktrin salah tentang kopi, apalagi dengan banyaknya kopi-kopi yang dikemas sachet, semakin membuat masyarakat jauh mengenal hakekat kopi itu sendiri.” ujar Reza yang juga menjadi Barista di Minak Coffee Shop tersebut.

Atas keprihatinannya itu, Reza bersama barista-barista (sebutan bagi penyaji coffe shop) akhirnya membuat Komunitas Kopi Lovers untuk memberikan kampanye tentang kopi.

Selama mereka berkumpul, biasanya tidak pernah membawa brand dari usaha pribadi mereka, melainkan lebih fokus mendiskusikan tentang kopi pada umumnya.

“Dalam setiap kumpul, kami biasa bertemu di Kafe Minak Kopi, Kafe Cinamon, Kafe Javasunrise yang kesemuanya merupakan tempat usaha dari penikmat kopi yang ada di Banyuwangi.” katanya.

Komunitas Kopi Lovers biasa mengawali sosialisasi tentang kopi dari sekolah sekolah. Selain itu, komunitas kopi lovers juga memberikan edukasi bagi masyarakat yang bukan pecinta maupun penikmat kopi, sehingga banyak masyarakat yang awalnya ‘ogah’ minum kopi, sekarang banyak yang menikmatinya.

“Pengenalan seputar penyeduhan Kopi yang benar, lalu memperkanalkan jenis jenis kopi, metode roasting/sangrai kopi dan terakhir adalah cara penyeduhan kopi.” Beber Reza.

Kedepannya, imbuh lajang ini, dirinya bersama komunitasnya akan melakukan kampanye seputar penyelamatan sumber air dan rijing-rijig sungai. Pasalnya, sungai merupakan bagian dari kebutuhan tanaman.

Selama berdiri sejak tahun 2012 lalu, banyak suka duka yang harus dihadapi oleh Komunitas Kopi Lovers.

Salah satu faktornya adalah minimnya pemahaman tentang kopi tersebut, membuat masyarakat terkadang merasa sudah tahu dan tidak mau tahu dengan apa yang disampaikan komunitas ini. 

“Kami memaklumi, karena bagaimanapun juga, sugesti tentang kopi yang harus di campur gula, dicampur dengan bahan bahan lain itu sudah ada sejak dahulu. Jadi wajar jika sebagaian masyarakat masih belum bisa terima dengan kehadiran kita.” bebernya.

Tapi, tambah Reza, sekarang sudah banyak masyarakat yang faham sehingga Komunitas Kopi Lovers selalu diundang untuk memberikan sosialisasi di beberapa lembaga pemerintah dan sekolah.

“Kami sudah mulai melakukan edukasi tentang kopi ke universitas-universitas di Banyuwangi.” pungkasnya.