Komunitas Banyuwangi Online Community (BOC) saat kopi darat dan melakukan aksi sosial (Foto: Widie Nurmahmudy/ BanyuwangiTIMES)
Komunitas Banyuwangi Online Community (BOC) saat kopi darat dan melakukan aksi sosial (Foto: Widie Nurmahmudy/ BanyuwangiTIMES)

Mengingat semakin maraknya grup-grup jual beli online di Banyuwangi, membuat para pengguna jejaring sosial ini melakukan gebrakan.

Yakni dengan membentuk komunitas dengan nama Banyuwangi Online Community (BOC) yang tidak hanya fokus pada nilai-nilai transaksi, melainkan menjamah aspek sosial dan lingkungan. Komunitas ini ditujukan untuk menjembatani sekaligus menjadi wadah bagi para penjual dan pembeli yang dilakukan via online.

Komunitas ini mulai dibentuk dari dunia maya kemudian kopi darat dan kini telah banyak membuat kegiatan-kegiatan sosial. Baik untuk masyarakat maupun untuk lingkungan. Dengan motto “Tambah Dulur Tambah Rezeki”, BOC telah memiliki banyak anggota yang tersebar di beberapa daerah di Banyuwangi dan luar negeri.

Menurut ketua BOC, Poetra Belambangan, kehadiran BOC yang dibangun bersama sahabatnya, Amirul Darmawan di Genteng pada tahun 2013 lalu, mempunyai tujuan menjembatani sekaligus menjadi wadah grup-grup medsos bidang jual beli. Dimana, dengan adanya kecanggihan teknologi saat ini, transaksi jual beli bagi masyarakat Banyuwangi bisa mudah dan sekaligus menjalin silaturahmi antar penjual dan pembelinya.

“Awalnya kami prihatin dengan menjamurnya gadget yang ternyata malah memisahkan hubungan, lalu kami mencoba membuat konsep jual beli yang mana bisa langsung berkomunikasi.” katanya kepada BanyuwangiTIMES.

BOC sendiri, tambah Poetra, terinspirasi dari pengalaman dirinya bahwa dengan bisnis online yang baik dan jujur bisa dijadikan suatu usaha sampingan yang luar biasa,. Tanpa harus sewa tempat ataupun memiliki toko sudah bisa membuat toko online secara gratis.

“Dengan adanya BOC kita bisa saling share antar sesama anggota agar bisa saling berbagi dengan masyarakat sekitar dan yang pastinya bisa menambah pemasukan dari jual beli online,” ujarnya. Selain itu, ia juga masih memiliki kendala sulitnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang tata cara jual beli online yang baik dan benar,terhindar dari penipuan.

Poetra menambahkan, kehadiran BOC sendiri tidak hanya semata-mata sebagai wadah transaksi jual beli, tapi BOC memiliki kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dari sekedar kopi darat antar pengguna jejaring sosial itulah, BOC juga memiliki komitmen membangun persaudaraan. Serta melakukan memberikan sosialisasi kepada masyarakat pengguna sosmed khususnya, dan masyarakat Banyuwangi pada umumnya.

Tidak itu saja, komunitas yang saat ini mempunyai keanggotaan resmi sekitar 400 orang tersebut juga turut andil dalam menciptakan kebersihan lingkungan.

“Kami tidak ingin terjebak dalam sudut pandang yang menerjemahkan komunitas itu hanya memiliki satu misi visi atau satu hobby. Kami justru ingin mengembangkan, bahwa dalam hobby yang disatukan dalam komunitas itu bisa dikembangkan menjadi prestasi dan pengabdian dalam berbagi kasih untuk sesama dan juga lingkungan kita,” paparnya.

Dengan padatnya kegiatan yang mengusung tema lingkungan. komunitas yang mengandalkan dana anggaran dari swadaya atau iuran anggota setiap 3 bulan itu terus berjuang untuk mengembangkan kepeduliannya.

Seperti program tali asih. berkat kerjasamanya dengan komunitas Banyuwangai lsinnya, Banyuwangi Online Community juga menyerahkan bantuan BPJS se umur hidup kepada masyarakat kurang mampu di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Giri dan Kecamatan Sempu. Semua kegiatan tersebut tak lepas dari kopi darat yang mereka agendakan setiap tiga bulanan tersebut.

“Kami yakin, dengan adanya kegiatan kopi darat minggu ini, visi misi kami untuk menciptkan nilai-nilai kejujuran dalam transaksi nanti serta masyarakat bisa pro aktif untuk menjaga lingkungannya bisa sampai,” pungkasnya. (*)