MUI Dan Ormas Islam Rapatkan Barisan Siap Berantas Kemaksiatan di Banyuwangi | Banyuwangi Times

MUI Dan Ormas Islam Rapatkan Barisan Siap Berantas Kemaksiatan di Banyuwangi

Oct 13, 2015 17:32
Muhammad Yamin, ketua MUI Banyuwangi. (Foto: syarif/banyuwangitimes)
Muhammad Yamin, ketua MUI Banyuwangi. (Foto: syarif/banyuwangitimes)

BANYUWANGITIMES – Makin maraknya peredaran Minuman Keras (Miras) di sejumlah tempat hiburan malam di Kabupaten Banyuwangi, membuat gerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Tak pelak, MUI bersama Ormas Islam, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sepakat merapatkan barisan untuk memberantas tempat hiburan malam nakal, yang menjual bebas miras selaku biang kemaksiatan dan kejahatan tersebut.

Muhammad Yamin, Ketua MUI Banyuwangi, menyampaikan, pemberangusan tempat hiburan nakal, sengaja dilakukan demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. Karena, diakui atau tidak, dengan makin bermunculannya tempat hiburan malam di Kabupaten Banyuwangi, terutama yang memperdagangkan miras atau yang diam – diam mempertontonkan pertunjukan dewasa, akan menyumbang lonjakan tingkat kenakalan remaja.

“Sasaran kita nanti tempat hiburan yang menjual bebas miras, tempat hiburan malam tak berijin atau tempat hiburan malam yang menyalahi perijinan. Karena dari situlah banyak muncul kegiatan yang merusak moral anak bangsa,” katanya, Selasa (13/10/2015).

Dalam perjuangan memberantas kemaksiatan tersebut, Yamin mengaku, MUI dan ormas Islam tidak akan segan melakukan penggerebekan. Namun, dia menjamin tidak akan ada tindakan anarkis. Koordinasi dengan Pemerintah Daerah serta petugas Kepolisian tetap dilakukan. Karena pada dasarnya, pergerakan para tokoh Islam ini demi penyelamatan generasi penerus bangsa yang juga merupakan wujud peran serta dalam suksesi pembangunan daerah.

Reaksi MUI dan ormas Islam ini berawal dari makin banyaknya bermunculan tempat hiburan di Kabupaten Banyuwangi. Apalagi, dalam prakteknya, mayoritas tempat hiburan terang – terangan menjual miras dan bahkan sebagian nekad menampilkan pertunjukan yang dinilai diluar batas. (*)

Topik
MUI Muhammad Yamin

Berita Lainnya