"Tuhan" warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, saat beraktivitas sebagai tukang kayu. (Foto: syamsul arifin/banyuwangitimes)
"Tuhan" warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, saat beraktivitas sebagai tukang kayu. (Foto: syamsul arifin/banyuwangitimes)

BANYUWANGITIMES – Menjadi populer, tak sedikitpun terbayang oleh “Tuhan” warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Sebagai anak, dia hanya bisa menerima nama yang telah diberikan oleh almarhum kedua orang tuanya, Jumhar dan Damijah. Namun dalam sekejab, namanya kini terkenal hingga seantero nusantara.

Tapi siapa sangka awal ketenarannya hanya bermula dari hal sepele. Disampaikan pria kelahiran 30 Juni 1973, semua berawal dari peminjaman KTP milik “Tuhan” untuk keperluan balik nama sepeda motor. Dari situ, entah oleh siapa, foto KTP atas nama “Tuhan” menyebar luas di media sosial.

“Awalnya itu ada yang meminjam KTP saya untuk balik nama sepeda motor, kan itu atas nama saya. Lalu tahu–tahu menyebar,” katanya, Jumat (21/08/2015).

Karena ketidaktahuannya, bahkan saat pertama kali media mendatangi rumahnya untuk melakukan peliputan, dia sempat kaget. “Tadinya saya kaget, kok di datangi wartawan. Setelah tahu karena nama saya unik, ya saya biasa saja,” ujar pria murah senyum ini. (*)