Khusnul Khotimah, istri "Tuhan" warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. (Foto: syarif/banyuwangitimes)
Khusnul Khotimah, istri "Tuhan" warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. (Foto: syarif/banyuwangitimes)

BANYUWANGITIMES – Meski nama “Tuhan”, sudah mulai populer di dunia maya sejak beberapa hari lalu, namun warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, justru mengaku baru tahu. Bukan tanpa alasan, itu terjadi lantaran para tetangga dan saudara tidak pernah memanggil pria berusia 42 tahun tersebut dengan nama “Tuhan”. Dialek kental bahasa tradisonal Banyuwangi, Osing, yang sehari – hari digunakan warga membuat lidah mereka berucap Tohan, untuk menyapa “Tuhan”.

Hal ini disampaikan Khusnul Khotimah, istri tercinta dari “Tuhan”. “Kalau warga sini ya justru kaget nama suami saya jadi terkenal, orang sini manggilnya tohan,” ucapnya.

Selain warga, sebagai pendamping hidup, dia juga mengaku baru menyadari keunikan nama suaminya. Terlebih sebelum membina rumah tangga, wanita yang sudah melahirkan dua buah hati untuk “Tuhan”, Novitasari dan Dewi Lestari, ini merupakan teman sedari kecil. “Karena sudah terbiasa jadi kita gak merasa ada yaang unik,” pungkasnya. (*)