KTP milik Tuhan, warga desa Kluncing, kecamatan Licin, kabupaten Banyuwangi. (foto: Syarif/ BanyuwangiTimes)
KTP milik Tuhan, warga desa Kluncing, kecamatan Licin, kabupaten Banyuwangi. (foto: Syarif/ BanyuwangiTimes)

BANYUWANGITIMES – Berbagai cara dilakukan manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Mulai dari melakukan aktivitas sehari – hari dengan berlandaskan agama, hingga beribadah di tengah kesunyian hutan. Namun siapa sangka, ternyata Tuhan ada di kabupaten Banyuwangi.

Tapi jangan salah, Tuhan di sini bukanlah sang pencipta, melainkan nama salah satu warga di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Memiliki nama yang unik dan bisa jadi satu–satunya di Indonesia membuat bapak dua anak ini mudah bergaul dan cepat populer. Maka jangan heran banyak kenalan baru yang menyempatkan untuk datang ke rumah sederhananya.

“Teman–teman sering bercanda karena nama saya Tuhan, seperti sang pencipta. Tapi itu justru membuat saya lebih cepat akrab,” ungkap Tuhan, Jumat (21/08/2015).

Menurut pria 42 tahun ini, nama Tuhan adalah pemberian almarhum kedua orang tuanya, Jumhar dan Damijah. Dia tidak tahu maksud dan tujuan pemberian nama tersebut, karena semasa hidup tak pernah disampaikan oleh kedua mendiang.

Meski memiliki nama Tuhan, laki–laki berkumis yang sehari–hari bekerja sebagai tukang kayu tersebut mengaku tak memiliki kelebihan apapun. Hanya saja, saat mengurus administrasi di pemerintahan sering kali di tanya nama berulang kali oleh petugas. “Awalnya selalu mereka tak percaya kalau nama saya Tuhan,” curhatnya.

Berbeda lagi dengan pengakuan Khusnul Khotimah, istri si Tuhan. Dia kerap mendapat pengalaman menggelikan dari saudara dan tetangga sekitar rumah.

“Tetangga sering bilang ke saya, tolong sampaikan ke tuhan  ya, semalam saya ketiduran, jadi gak sholat Isya’, begitu. Jadi ya sering membuat saya tertawa sendiri,” jelasnya. (*)