Ketua Komisi XI DPR RI, Fadel Muhammad (Foto: Hamzah/malangtimes)
Ketua Komisi XI DPR RI, Fadel Muhammad (Foto: Hamzah/malangtimes)

TIMESINDONESIA, MALANG – Komisi XI DPR RI bersama akademisi dan Bank Indonesia (BI) membahas perubahan UU BI di Universitas Brawijaya (UB) Malang, pagi tadi (5/6).

Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad mengatakan, sebanyak 20 perguruan tinggi di Jatim urun rembug mengenai peraturan di bidang ekonomi, khususnya pada BI. ’’Masukan perguruan ini cukup baik dan akan kita pertimbangkan dalam pembuatan aturan,” ucap Fadel.

Dijelaskan, perubahan peraturan perundangan pada BI mutlak diperlukan, agar kondisi ekonomi negara semakin membaik. ’’Banyak pihak inginkan adanya perubahan, peran BI lebih kuat,” tandasnya.

Hadir dalam acara ini Kepala BI Malang Dudi Herawadi, Rektor UB Prof M. Bisri, Dekan Fakultas Hukum UMM Sulardi, dan beberapa tokoh lain. 

Kepada MALANGTIMES (Times Indonesia Network), Fadel mengatakan, revisi UU Bank Indonesia (BI) diperlukan agar peran bank sentral ini semakin kuat dalam menjaga stabilitas keuangan. ’’Banyak dapat masukan, khususnya mereka ingin agar BI lebih kuat sebagai bank sentral,” kata Fadel.

Selain penguatan BI, materi lain yang dibahas yakni eliminasi tumpang tindih antara BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membahas masalah keuangan.

Fadel mengakui, selama ini memang peran BI dan OJK hampir berhimpitan. Karena itu, lanjut Fadel, dibutuhkan irisan kuat kedua lembaga tersebut. ’’Ke depan dengan UU BI baru ini, kami juga ingin agar BI mampu juga menyerap lapangan pekerjaan baru,” tandasnya. (*)