Trotoar Lebar dan Steril, Pemprov Jatim Sebut Jalan Suhat Malang Diproyeksikan Jadi Ikon Pedestrian
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Jan - 2026, 06:19
JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang kembali masuk daftar prioritas pembangunan pada 2026. Setelah proyek drainase rampung untuk mengatasi banjir, Pemprov Jatim menyiapkan pekerjaan lanjutan berupa penataan trotoar secara menyeluruh demi kenyamanan pejalan kaki.
Proyek tersebut akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jatim dengan menggandeng Pemerintah Kota Malang. Koordinasi lintas pemerintah ini dilakukan agar penataan pedestrian sejalan dengan pengaturan lalu lintas sekaligus tidak memukul aktivitas ekonomi pedagang di sekitar Suhat.
Baca Juga : Polresta Malang Kota Kerahkan 270 Personel Amankan Kunjungan Presiden Prabowo di Malang
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa kondisi Suhat saat ini masih berupa beton penutup sementara pascapekerjaan drainase. Karena itu, pembangunan trotoar akan menjadi fokus utama pada tahap lanjutan.
“Ini memang nanti ada pengerjaan lanjutan kawasan Suhat dari Dinas PUPR tahun ini. Nanti akan ada pengerjaan trotoar. Kita koordinasi dengan Pemkot bagaimana penanganannya supaya sinergi dengan pengaturan lalu lintas. Jangan sampai saat pengerjaan, pedagang ‘sengsara’ dua kali,” ujar Emil usai meninjau proyek drainase Suhat, Selasa (13/1/2026).
Emil menegaskan, pengaturan waktu dan teknis pengerjaan menjadi kunci agar masyarakat tidak kembali terdampak. Dengan desain trotoar yang lebar dan bebas dari parkir kendaraan, kawasan Suhat dinilai berpeluang menjadi contoh penataan pedestrian ideal di Jawa Timur.
“Kalau selebar itu dan tidak tertutup mobil, pedestrian-nya bisa bagus. Malang bisa jadi kota percontohan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Emil menyebut penataan Suhat sejalan dengan visi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah dalam memperkuat aglomerasi metropolitan, termasuk Malang Raya. Menurutnya, kawasan metropolitan yang tertata baik akan mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin meminta masyarakat bersabar dan mendukung penuh proses penataan kawasan Suhat. Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas umum yang dibangun karena ditujukan untuk kepentingan bersama.
Baca Juga : Proyek Drainase Soekarno-Hatta Molor, Emil Dardak Turun Langsung dan Beri Penegasan Ini
“Terutama bagi pedagang di sekitar sini untuk menjaga bersama, karena ini untuk kepentingan bersama. Area di atas drainase akan kita jadikan fasilitas jalan umum, sehingga nanti akan kita larang dan tertibkan,” tegas Ali.
Ali juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan camat hingga Satpol PP untuk melakukan penertiban sesuai arahan Pemprov Jatim. Penertiban tersebut menyasar banner, parkir liar, umbul-umbul, hingga atribut lain yang mengganggu fungsi trotoar dan fasilitas umum.
“Semua harus steril dan menjadi fasilitas umum sehingga kota kita semakin cantik dan bagus,” imbuhnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Ali memastikan Pemkot Malang akan lebih dulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum pembangunan dimulai oleh Pemprov Jatim. Penertiban akan dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan gejolak di lapangan.
“Semuanya akan ditertibkan dan disterilkan. Termasuk parkir dan umbul-umbul,” pungkasnya.
