Kirab Ancak Agung di Jember Catat Dua Rekor MURI
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Nurlayla Ratri
23 - Aug - 2026, 08:51
JATIMTIMES - Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Kabupaten Jember yang digelar Sabtu (22/8/2026) berhasil mencatat dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), yakni Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir dan Kirab Ancak Agung Terbanyak.
Dua capaian tersebut diumumkan perwakilan MURI, Ari Andriani, dalam kegiatan Doa dan Shalawat Bersama di Alun-Alun Jember pada Sabtu malam.
Baca Juga : BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Penampilan Bawa Budaya Nusantara ke Kota Blitar
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diisi lantunan shalawat yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, KHR. Muhammad Kholil As’ad.
Rekor Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir dicatat melalui ancak setinggi 3,7 meter yang dihiasi 1.600 kemasan atau sekitar 32.000 buah suwar-suwir. Sementara itu, hasil verifikasi MURI mencatat sebanyak 527 ancak mengikuti kirab, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 449 ancak.
Ari menjelaskan, kedua capaian tersebut dikukuhkan sebagai rekor dunia karena mengangkat kearifan lokal Jember. Sebelumnya, panitia mengusulkan 1.000 ancak. Namun, karena waktu persiapan yang tersedia cukup singkat, MURI menetapkan peningkatan minimal 10 persen dari rekor sebelumnya sebagai batas pemecahan rekor.
“Setelah tadi pagi kami verifikasi, ada 527 Ancak Agung,” ujar Ari. Atas capaian tersebut, MURI memberikan tantangan kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan jumlah peserta menjadi 1.000 ancak pada pelaksanaan tahun depan.
Kirab tahun ini mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”. Para peserta mengarak ancak berisi hasil bumi dan makanan tradisional sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Tradisi tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong dan kekayaan hasil bumi masyarakat Jember. Beragam hasil pertanian dan makanan tradisional disusun secara kreatif dalam ancak, kemudian diarak bersama sebagai bentuk pelestarian tradisi yang diwariskan antargenerasi.
Ratusan peserta dari OPD, puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan turut ambil bagian. Dalam kompetisi antar peserta, SMPN 6 Jember meraih juara pertama, disusul Roxy Mall sebagai juara kedua dan SMPN 2 Jember sebagai juara ketiga.
Gus Fawait menyebut pencapaian dua rekor dunia tersebut bukan sekadar soal jumlah, tetapi menjadi momentum untuk menjaga tradisi dan memperkuat gotong royong masyarakat.
“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi dan gotong royong masyarakat Jember. Tahun depan kita ingin lebih besar lagi, targetnya 1.000 ancak. Mudah-mudahan semangat ini terus tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Jember,” ujar Gus Fawait. (*)
