Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Mari Memperkuat Kepedulian Sosial di Bulan Muharram
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
19 - Jun - 2026, 06:08
JATIMTIMES - Memasuki bulan Muharram, momentum umat Islam untuk menyambut pergantian tahun Hijriah, dengan melakukan muhasabah dan memperbarui tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Tahun baru Islam hendaknya tidak dimaknai sebatas pergantian angka dalam penanggalan, melainkan sebagai momentum hijrah menuju peningkatan kualitas iman, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.
Khutbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang makna hijrah yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Selain dianjurkan memperbanyak ibadah, zikir, dan puasa sunnah di bulan Muharram, umat Islam juga diajak menumbuhkan kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Pahing 19 Juni 2026: Hari Baik untuk Renovasi Rumah
Sebab, kesalehan dalam Islam tidak hanya tercermin dalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga dalam kepeduliannya kepada sesama manusia.
Melalui tema ini, jemaah diajak meneladani perjuangan Rasulullah ﷺ dalam membangun masyarakat yang dilandasi semangat persaudaraan, tolong-menolong, dan keadilan sosial. Dengan demikian, Muharram dapat menjadi titik awal untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan semakin dekat kepada Allah SWT.
Khutbah I
الْـحَمْدُ لِلّٰهِ، الْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الشُّهُوْرَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ، وَخَصَّ مِنْهَا أَشْهُرًا مُبَارَكَاتٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْـمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، قَالَ تَعَالَىٰ: اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita. Nikmat iman, nikmat Islam, kesehatan, kesempatan, dan berbagai karunia lainnya yang tidak akan mampu kita hitung satu per satu.
Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in, serta para ulama yang istiqamah melanjutkan perjuangan dakwah hingga sampai kepada kita pada hari ini.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jemaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang diwujudkan dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Jangan sampai kita menghadap Allah dalam keadaan berpaling dari jalan-Nya. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali 'Imran: 102)
Ma'asyiral Muslimin hafizakumullah,
Pada hari yang penuh keberkahan ini, kita berkumpul dalam ibadah Jumat pada bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Rasulullah ﷺ bahkan menyebutnya sebagai Syahrullah al-Muharram, yakni Bulan Allah Muharram.
Dalam kitab Dhiya’ul Budur fi Fadha’ilis Syuhur karya ulama Nusantara asal Surakarta, Asy-Syaikh Muhammad Yasin al-Kaumani al-Jawi, dijelaskan bahwa Muharram termasuk ke dalam kelompok al-asyhur al-hurum, yaitu bulan-bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Sebagaimana firman-Nya:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram....” (QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pergantian bulan bukan sekadar perubahan tanggal dalam kalender. Ada bulan-bulan tertentu yang Allah muliakan dan di dalamnya manusia diperintahkan untuk memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari kemaksiatan, serta menjauhi segala bentuk kezaliman.
Jemaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,
Muharram juga memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi umat Islam. Pada bulan inilah peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah menuju Madinah dikenang oleh umat Islam sepanjang masa.
Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat tinggal. Hijrah adalah simbol perubahan besar. Perjalanan dari kondisi penuh tekanan menuju kebebasan, dari keterasingan menuju kemuliaan Islam, dari kelemahan menuju kebangkitan umat.
Karena itu, ketika Muharram datang, tidak cukup bagi kita hanya mengganti kalender atau menghadiri acara doa awal tahun. Yang lebih penting adalah memperbarui niat, memperbaiki tekad, dan mengevaluasi perjalanan hidup kita agar semakin dekat kepada Allah SWT.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”
Salah satu amalan yang paling utama di bulan ini adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Tentang keutamaannya, Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa hari Asyura’, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”
Ma'asyiral Muslimin hafizakumullah,
Dalam kitab Dhiya’ul Budur juga dijelaskan sejumlah amalan yang dianjurkan pada hari Asyura. Di antaranya memperluas nafkah untuk keluarga, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, memperbanyak istighfar dan amal saleh, mandi sunnah, berhias, memperbanyak sedekah, hingga membaca surat Al-Ikhlas sebanyak seribu kali sebagai bentuk dzikir dan harapan memperoleh keselamatan dari Allah SWT.
Baca Juga : SH Terate Cabang Blitar Sahkan 1.370 Warga Baru, Tekankan Budi Pekerti Luhur
Semua amalan tersebut menunjukkan bahwa Muharram merupakan ladang pahala dan keberkahan yang sangat luas bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Namun demikian, Muharram tidak hanya mengajarkan ibadah yang bersifat individual seperti puasa, zikir, dan istighfar. Bulan ini juga mengajarkan kepedulian sosial yang sangat kuat.
Dalam kitab yang sama disebutkan bahwa hari Asyura bukan hanya momentum untuk berpuasa, tetapi juga waktu yang dianjurkan untuk memperluas rezeki bagi keluarga dan membantu mereka yang membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ
Artinya: “Barang siapa melapangkan nafkah kepada keluarganya di hari ‘Āsyūrā’, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun." (HR. al-Baihaqi dan Ibnu Mas’ud)
Apabila kepada keluarga sendiri kita dianjurkan untuk memberikan lebih pada hari tersebut, maka tentu perhatian kepada tetangga yang kekurangan, fakir miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, maupun anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan, menjadi sesuatu yang tidak boleh kita abaikan.
Ma'asyiral Muslimin hafizakumullah,
Muharram sesungguhnya mengajarkan nilai empati, kepedulian, dan solidaritas sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, lapangan pekerjaan yang terbatas, serta masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan, bulan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kepedulian sosial dalam Islam.
Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan manusia dengan sesamanya. Islam mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan keberpihakan kepada mereka yang lemah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ
Artinya: “Bukanlah orang yang beriman, seseorang yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya.” (HR. al-Hakim)
Hadis ini mengingatkan bahwa kualitas keimanan seseorang tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual yang ia lakukan, tetapi juga dari sejauh mana kepeduliannya terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.
Jemaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,
Karena itu, marilah kita jadikan Muharram sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Kita dapat memulainya dengan berbagi makanan kepada sesama, menyalurkan zakat dan sedekah kepada fakir miskin serta anak yatim, menghidupkan kegiatan sosial di lingkungan masjid dan masyarakat, serta membiasakan budaya saling membantu sepanjang tahun.
Sebab keberkahan hijrah tidak akan sempurna tanpa hijrah sosial. Hijrah dari sikap mementingkan diri sendiri menuju kepedulian kepada sesama. Hijrah dari individualisme menuju semangat gotong royong. Hijrah dari kecukupan pribadi menuju terwujudnya keadilan sosial yang dirasakan bersama.
Maka marilah kita menjadikan Muharram ini sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran, dari permusuhan menuju kasih sayang, serta dari sikap acuh menjadi pribadi yang peduli dan ringan tangan membantu sesama.
Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu memanfaatkan kemuliaan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah, memperkuat kepedulian sosial, dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Amin ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah II
الْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَفَاءَ عَلَيْنَا نِعْمَتَهُ، وَبَصَّرَنَا بِهُدَاهُ، وَجَعَلَ لَنَا فِي السَّنَةِ الْهِجْرِيَّةِ مَوَاعِظَ وَعِبَرًا، لِنُصْلِحَ بِهَا أَنْفُسَنَا وَنَرْتَقِيَ بِهَا إِلَىٰ مَرَاتِبِ التَّقْوَىٰ وَالصَّلَاحِ، نَحْمَدُهُ تَعَالَىٰ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أيــُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ وَافْعَلُوْا اْلخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْا عَنِ السَّيِّأتِ
إنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يصَلُّوْنَ عَلى النَّبِيّ يآأيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا فَأجِيْبُوْا اللهَ عِبَادَ اللهِ إلى مَادَعَاكُمْ وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلىٰ مَنْ بِهِ اللهُ هَدَاكُمْ . اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبارِكْ عَلى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلى ألِه وَصَحْبهِ أجمَعِين وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْن وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأرْحَمَ الرَّاِحمِيْنَ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتْ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتْ اَلْأحْيَاِء ِمنْهُمْ وَاْلأمْوَاتْ، إنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتْ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدْ، اَللّهُمَّ أصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينْ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْن. وَاجْعَلْ بَلْدَتَنَا إنْدُوْنِسِيَا هٰذِهِ بَلْدَةً طَيِّبَةً َتجْرِيْ فِيْهَا أحْكَامُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ يَاحَيُّ ياٰقَيُّوْمُ ياإلۤهَنَا وإلۤهَ كُلِّ شَيْءٍ هٰذَا حَالُناَ يَااللهُ لاَيخْفىٰ عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، فِي بِلَادِنَا هٰذِهِ وَفِي بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ. وَاجْعَلْ بَلَدَنَا هٰذَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَّرْتَ لَهُ الْخَيْرَ وَالرَّحْمَةَ وَالْبَرَكَةَ، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِإخْوَاِنَنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِاْلإْيمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فى قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ أمَنُوْا رَبنَّاَ إنَّكَ رَءُوْفُ الرَّحِيْمِ
عِبَادَ الله، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
