ASN Setwan Jatim Mulai WFH Setiap Rabu, Ali Kuncoro Jamin Kinerja Tetap 'Jos Gandos'
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Nurlayla Ratri
31 - Mar - 2026, 09:15
JATIMTIMES – Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jawa Timur (Jatim) resmi memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Rabu bagi seluruh jajarannya. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai langkah strategis efisiensi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro, menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga non-ASN.
Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025
"Dalam hal ini kita sudah ambil kebijakan sesuai arahan pimpinan. Bahwa untuk hari Rabu kita laksanakan WFH, mengikuti regulasi yang ada dan tentu kita akan sami'na wa atho'na (mendengar dan menaati)," ujar Ali Kuncoro saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.
Kendati WFH, ia menjamin kinerja ASN harus tetap tetap 'jos gandos'. Pelayanan terhadap pimpinan dan anggota dewan dipastikan tidak akan kendur. Ali telah memberikan catatan khusus kepada staf yang memiliki tugas melekat.
Bagi ASN yang terjadwal melakukan pendampingan kegiatan anggota dewan, seperti kunjungan kerja (Kunker) maupun kunjungan daerah pemilihan (Kundapil), mereka diinstruksikan untuk tetap menjalankan tugas secara luring.
"Bagi ASN yang tidak terlibat tugas lapangan dan sifatnya administratif, kita berlakukan WFH setiap Rabu. Jadi tidak ada layanan yang terganggu, semua berjalan sesuai mekanisme," jelasnya.
Saat ini, terdapat total 195 ASN di lingkungan Setwan Jatim, baik PNS maupun PPPK. Ali menekankan bahwa nawaitu atau niat utama dari kebijakan ini adalah untuk mencapai efisiensi anggaran, mulai dari penghematan penggunaan listrik kantor hingga konsumsi bahan bakar kendaraan.
Baca Juga : Ketua Pansus LKPJ Khusnul Arif Siapkan Rapat Maraton Bedah Kinerja Pemprov Jatim
"Efisiensi penggunaan bahan bakar dan listrik bisa kita jalankan, sehingga efisiensi anggaran juga didapatkan. Tapi produktivitas harus tetap jalan, jangan sampai ada kekurangan. Pokoknya jos gandos lah!" tegas Ali.
Tak berhenti di kebijakan WFH, Ali Kuncoro juga mengungkapkan rencana besarnya untuk mengembangkan Smart Office di Gedung DPRD Jatim pada tahun ini. Inovasi ini memungkinkan seluruh kontrol fasilitas gedung, mulai dari panel listrik, AC, hingga audio, berada dalam satu kendali digital yang terintegrasi.
"Saat ini sedang mapping per ruangan. Ke depan, seluruh panel kelistrikan akan terkontrol lewat satu genggaman. Ruangan mana yang digunakan, ya hanya itu yang kita aktifkan. Semua tersentral nanti," pungkasnya.
