Siklon Tropis Penha Mengamuk, BMKG: Waspada Hujan Ekstrem dan Gelombang Setinggi Rumah
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
05 - Feb - 2026, 07:02
JATIMTIMES - Hujan lebat dan gelombang tinggi diperkirakan kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya perkembangan sistem cuaca signifikan di kawasan timur Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 94W kini telah menguat dan resmi berkembang menjadi Siklon Tropis Penha. Berdasarkan informasi BMKG, siklon tersebut mencapai intensitas siklon tropis pada 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB. Saat ini, posisinya terpantau berada di Laut Filipina, di utara Maluku Utara.
Baca Juga : Jurnalis TV Diancam Dihilangkan Usai Rekam Kericuhan di Ruang Sidang DPRD Bulukumba
BMKG menyebutkan, dalam 24 jam ke depan, Penha diperkirakan tetap berada pada kategori 1 dan bergerak ke arah barat, menjauhi wilayah Indonesia. Meski pusat siklon bergerak menjauh, masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak tidak langsung yang bisa ditimbulkan.
Dampak Siklon Tropis Penha di Indonesia
Walau pusat badai menjauh dari wilayah Tanah Air, efek tidak langsungnya masih berpotensi memicu cuaca ekstrem di beberapa daerah. BMKG memprakirakan:
• Hujan sedang hingga lebat di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo
• Angin kencang berpotensi terjadi di Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud
Di sektor kelautan, kondisi perairan juga perlu mendapat perhatian serius. Gelombang tinggi diprediksi terjadi di sejumlah wilayah berikut:
• Gelombang 1,25–2,5 meter:
• Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua
• Perairan Kepulauan Sangihe
• Laut Sulawesi bagian timur
Gelombang 2,5–4 meter:
• Perairan Kepulauan Talaud
• Samudra Pasifik utara Maluku
• Bibit Siklon Tropis 98P Masih Aktif
Selain Penha, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 98P yang masih aktif. Sistem ini terbentuk sejak 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB dan kini berada di sekitar daratan utara Australia bagian barat laut.
Keberadaan 98P berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, khususnya:
Baca Juga : Letrok di Tengah Arus Migrasi: Kuliner Desa yang Nyaris Tersisih
• Hujan sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Timur (NTT)
• Potensi angin kencang di wilayah yang sama
Sementara itu, gelombang laut akibat pengaruh 98P diperkirakan mencapai 1,25–2,5 meter di:
• Laut Sawu
• Perairan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Sermata
• Perairan Kepulauan Babar hingga Tanimbar
• Perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru
• Samudra Hindia selatan NTT
• Laut Arafuru bagian barat.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya warga pesisir, nelayan, dan operator pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi perairan.
“Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan kondisi perairan yang berbahaya,” ujar BMKG.
Masyarakat di daerah rawan juga diimbau untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG serta menghindari aktivitas laut saat kondisi perairan dinilai tidak aman.
