Makna Kuda Lumping di Logo Imlek Festival 2026: Simbol Harmoni Budaya, Nasionalisme, dan Semangat Tahun Kuda Api

30 - Jan - 2026, 11:03

Logo Imlek Festival 2026. (Foto @banyakbacaid)

JATIMTIMES - Imlek Festival 2026 hadir dengan wajah baru yang sarat makna budaya. Logo resminya telah diluncurkan dengan mengusung tema besar “Harmoni Imlek Nusantara”, sebuah pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman Indonesia. Tak sekadar visual, logo ini dirancang sebagai simbol pertemuan budaya Tionghoa dan identitas lokal Nusantara dalam satu perayaan nasional.

Peluncuran logo ini menjadi penanda bahwa Imlek di Indonesia bukan hanya tradisi etnis, melainkan bagian dari mozaik budaya bangsa yang hidup berdampingan secara harmonis.

Baca Juga : Satresnarkoba Polres Gresik Gagalkan Peredaran 1.169 Pil Dobel L

Kuda Lumping: Jembatan Budaya Lokal dan Imlek

Elemen paling mencolok dalam logo adalah figur kuda lumping, ikon kesenian tradisional Jawa yang dikenal luas sebagai simbol keberanian, ketahanan, dan kekuatan spiritual. Pemilihan kuda lumping membawa pesan bahwa perayaan Imlek di Indonesia tumbuh dengan akar budaya lokal, bukan berdiri terpisah.

Di sisi lain, kuda juga memiliki makna penting dalam astrologi Tionghoa. Tahun 2026 dikaitkan dengan Tahun Kuda Api, yang melambangkan:

• Energi besar

• Keberanian mengambil langkah baru

• Daya juang tinggi

• Semangat pantang menyerah

Perpaduan ini membuat kuda dalam logo bukan sekadar ilustrasi, tetapi simbol akulturasi budaya tradisi Nusantara bertemu filosofi Tionghoa dalam satu visual yang kuat.

Makna Warna Merah Putih: Identitas Indonesia

Logo Imlek Festival 2026 didominasi warna merah dan putih, yang secara langsung merujuk pada bendera Indonesia. Namun, warna ini juga punya makna ganda:

Merah

Melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, keberanian, dan semangat warna yang identik dengan perayaan Imlek.

Putih

Menggambarkan ketulusan, kedamaian, dan persatuan antarwarga.

Kombinasi keduanya mempertegas pesan bahwa Imlek di Indonesia adalah perayaan kebudayaan yang berjiwa nasional.

Elemen Api: Energi dan Optimisme Baru

Detail api yang terlihat pada bagian mata kuda bukan sekadar ornamen. Api menjadi simbol:

• Semangat baru di awal tahun

• Energi pembaruan

• Optimisme kolektif

• Harapan akan masa depan yang lebih baik

Dalam filosofi Tionghoa, unsur api identik dengan dinamika, perubahan, dan kekuatan. Ini sejalan dengan harapan agar 2026 menjadi tahun penuh kemajuan dan semangat positif.

Jadwal Imlek Festival 2026

Perayaan Imlek Festival 2026 akan berlangsung lebih dari dua pekan, yaitu pada:

• 17 Februari – 3 Maret 2026

Rangkaian acara akan mencakup:

- Pertunjukan seni budaya Nusantara

- Atraksi barongsai dan liong

- Pameran ekonomi kreatif

- Doa bersama lintas budaya

- Kegiatan kebangsaan

Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir dalam salah satu agenda utama sebagai bentuk dukungan terhadap perayaan budaya yang mempererat persatuan nasional.

Imlek sebagai Ruang Pemersatu Bangsa

Melalui tema Harmoni Imlek Nusantara, panitia ingin menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga ruang dialog budaya. Imlek di Indonesia diposisikan sebagai:

• Simbol toleransi

• Perayaan keberagaman

• Bukti hidupnya budaya inklusif

• Momentum mempererat persatuan nasional

Logo dan konsep festival diluncurkan langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional. Ia menegaskan ambisi besar di balik festival ini.

“Tujuan kami adalah menjadikan Imlek Festival sebagai event tahunan agar masyarakat tidak perlu ke luar negeri untuk menikmati perayaan Imlek yang meriah. Ini sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara paling inklusif, di mana Imlek dan Ramadan dapat dirayakan secara berdampingan dengan damai,” ujar Irene Umar, Rabu (28/1/2026) lalu.

Baca Juga : Lahan 6.000 Meter Persegi Disiapkan untuk Konservasi Umbul Gemulo

Logo Imlek Festival 2026 bukan hanya identitas visual, tetapi cerminan wajah Indonesia yang majemuk. Kuda lumping, warna merah putih, dan elemen api berpadu menjadi pesan bahwa:

• Budaya bisa bersatu tanpa kehilangan jati diri

• Tradisi bisa berdampingan tanpa sekat

• Perayaan bisa menjadi jembatan kebangsaan

Imlek Festival 2026 pun diharapkan menjadi perayaan yang bukan hanya meriah, tetapi juga penuh makna, inklusif, dan membanggakan Indonesia di mata dunia.